Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menanam Porang Yang Benar di Lahan Terbuka, Dari Awal Sampai Panen

Pada saat ini cara menanam porang yang benar di lahan terbuka sedang dipelajari oleh para petani. Hal ini dikarenakan tanaman berjenis umbi-umbian ini bernilai tinggi dan bisa laku mahal.
Cara Menanam Porang Yang Benar di Lahan Terbuka, Dari Awal Hingga Panen
Foto dari: kompasiana.com
Perlu kamu tahu, Porang adalah salah satu jenis tanaman umbi-umbian yang hidup di lahan terbuka. Porang juga masih satu marga dengan suweg dan walur. Namun masyarakat umum sering salah mengartikan tanaman ini dengan suweg dan walur karena sekilas tampilannya memang terlihat sangat mirip.

Baca juga: mengenal tanaman Porang dan perbedaan suweg, walur dan iles-iles

Kini budidaya Porang menjadi trending dan dan banyak dibicarakan petani karena Porang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Umbi tanaman porang mengandung zat Glukomanan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti mengontrol berat badan, mengatasi diabetes, menurunkan kolesterol, serta sebagai prebiotik.

Untuk harganya sendiri di pasaran Porang basah dijual Rp. 9.000 hingga Rp. 10.000 per kilonya. Sedangkan untuk Porang kering ekspor harganya sangat mahal yaitu pada kisaran Rp. 200.000 hingga Rp. 30.000 per kilonya. Nah, bagaimana sangat menjanjikan bukan? Mari pelajari cara menanam Porang yang benar berikut ini.

Cara menanam Porang di lahan terbuka untuk pemula

1. Mengetahui syarat tumbuhnya Porang

Supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya kamu pahami dulu beberapa syarat tumbuhnya tanaman Porang berikut ini.
A. Jenis dan pH tanah
Sebenarnya tanaman Porang ini bisa tumbuh di tanah berjenis apa saja. Akan tetapi supaya hasilnya bagus dan memuaskan usahakan menanam di tanah yang subur dan tidak tergenang air. Yaitu pada tingkat keasaman tanah pH 6-7.

B. Kondisi lingkungan
Tanaman Porang juga membutuhkan naungan supaya pertumbuhannya bisa baik. Yaitu setidaknya dengan tingkat kerapatan minimal 40% . Dan naungan yang cocok adalah pohon jenis jati, sono dan mahoni.

C. Iklim & ketinggian tanah
Tanaman Porang bisa tumbuh pada ketinggian 0-700 mdpl. Namun ketinggian yang sangat cocok untuk menanam Porang yaitu pada 100-600 mdpl. Dan tanaman Porang ini memiliki sifat toleransi yang tinggi terhadap tempat teduh.

2. Menyiapkan lahan

Supaya Porang yang kamu tanam bisa tumbuh subur, berkualitas tinggi dan dapat memberikan hasil maksimal diwajibkan menyiapkan lahan di tempat yang terbuka. Pertama bersihkan dulu lahan tersebut kalau bisa usahakan di bajak atau singkal. Ini berfungsi untuk membersihkan gulma dan supaya lahannya gembur.

Kemudian buatlah guludan serta lubangi dengan jarak tanam 25×50 cm atau 25×60 cm. Selanjutnya beri pupuk kompos dan juga sekam di setiap lubang tersebut, ini berfungsi supaya Porang bisa tumbuh dengan optimal. Oh iya, supaya pertumbuhan Porang lebih maksimal sebaiknya menggunakan sistem monokultur saja.

3. Proses Menanam

Cara Menanam Porang Yang Benar di Lahan Terbuka, Dari Awal Hingga Panen
Foto dari: kuasakata.com
Pada umumnya menanam Porang dilakukan ketika musim penghujan tiba yaitu sekitar bulan Oktober hingga Desember. Menanam Porang ini ada dua metode yaitu jika tidak mau repot kamu bisa langsung menanam umbinya atau katak. Atau sebaliknya jika kamu ingin menanam menggunakan biji sebaiknya lakukan pembibitan dulu dalam wadah polybag.

Penting: Umumnya tanaman Porang hanya mampu hidup sekitar 5 bulanan saja, setelah itu Porang akan menguning dan mulai mati. Untuk mengetahui tanda-tanda Porang mau mati yaitu katak pada pangkal dan tangkai daun mulai berjatuhan.

Katak tersebut bisa kamu kumpulkan dan disimpan untuk persiapan di tanam ketika musim hujan tiba kembali. Umunya katak memiliki warna coklat kusam agak kehitaman. Mengingat banyak orang yang menanam Porang dari kataknya, maka katak yang disimpan tersebut bisa dijual dengan harga Rp. 11.000 sampai Rp. 15.000 per kilonya.

4. Perawatan tanaman Porang

Cara Menanam Porang Yang Benar di Lahan Terbuka, Dari Awal Hingga Panen
Foto dari: monitor.co.id
Setelah bibit Porang ditanam tahap yang selanjutnya yaitu proses perawatan. Meskipun cara merawat tanaman Porang sangat mudah namun ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, seperti meninggikan guludan, membersihkan gulma, memberi pupuk dan melakukan penjarangan. Tahapannya seperti berikut ini.

A. Membersihkan Gulma
Kamu harus membersihkan gulma yang ada di sekitar tanaman Porang supaya pertumbuhannya tidak terganggu. Ini harus kamu lakukan secara rutin dan pastikan tidak ada gulma yang tumbuh di sekitar tanaman Porang tersebut.

B. Meninggikan guludan
Cara meninggikan guludan yang dimaksud adalah melakukan penimbunan pada pangkal batang Porang dengan tanah di sekitarnya. Fungsi dari penimbunan ini yaitu supaya perkembangan umbi lebih cepat dan batang tanaman Porang bisa tumbuh tegak.

C. Pemupukan
Pemupukan pada tanaman Porang biasanya dilakukan dalam dua tahap, yang pertama yaitu ketika Porang belum ditanam menggunakan pupuk organik, bisa seperti pupuk kandang. Kemudian tahap yang kedua ketika tanaman Porang sudah tumbuh, yaitu dengan pupuk organik dan anorganik NPK/TSP.

D. Penjarangan
Jika dalam satu lubangnya terdapat banyak tanaman Porang yang tumbuh maka kamu bisa melakukan penjarangan. Fungsi dari penjarangan ini supaya umbi Porang bisa cepat tumbuh besar.

5. Tahap panen Porang

Cara Menanam Porang Yang Benar di Lahan Terbuka, Dari Awal Hingga Panen
Foto dari: dairipers.com
Supaya kamu bisa cepat panen sebaiknya menanam Porang dari bibit umbi, yaitu hanya memerlukan waktu sekitar 7 bulanan saja sejak masa tanam. Akan tetapi jika kamu menanam dari bibit katak maka membutuhkan waktu yang lebih lama, kamu harus sabar menunggu sekitar 18-24 bulan sejak masa tanam.

Cara memanen umbi Porang ini sangatlah mudah yaitu dengan cara menggali tanaman Porang sama seperti panen umbi-umbian pada umumnya.

Penting: tanaman Porang memiliki siklus alami yaitu mati di musim kemarau dan tumbuh kembali ketika musim hujan.

6. Hama & penyakit pada tanaman Porang

  • Biasanya hama yang mengganggu tanaman Porang ini adalah belalang, ulat umbi araechenes, orketti dan nematoda.
  • Tanaman Porang juga mudah terserang penyakit seperti Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, Cercospora sp. busuk batang semu dan layu bagian daun karena jamur.
  • Cara mengendalikan nematoda ( penyakit cacing gelang) sejenis Heterodera bisa menggunakan Carbofuran. Kemudian untuk mengendalikan penyakit kamu bisa gunakan fungisida Ridomil dan Benlate. Kemudian untuk basmi hama bisa gunakan Basudin & Thiodan.
  • Untuk hama berjenis hewan seperti landak, babi hutan bahkan tikus tidak perlu kamu khawatirkan, karena di dalam umbi Porang banyak menyimpan kalsium oksalat yang bisa menyebabkan tenggorokan hewan gatal-gatal dan muntah ketika memakannya.
Demikianlah cara menanam Porang di lahan yang terbuka dari awal sampai proses panen. Terima kasih semoga artikel ini bisa bermanfaat.